Suasana Ramadan di Jalur Gaza

Sigitvnews. Lihatlah pada foto suasana berbuka puasa di atas , yang berada pada sekeliling mereka adalah bangunan yang porak-poranda. Bahkan, kehancuran serupa memang pemandangan yang sudah umum di wilayah itu, berikut juga dengan serangan roket yang seperti sudah jadi makanan sehari-hari.

Meski begitu, di tengah kehancuran itu pula senyum dan kebersamaan kala berbuka tidak kalah hangat jika dibandingkan dengan di belahan dunia lainnya. Meja panjang dijajarkan di tengah jalan yang masih memiliki sedikit ruang di antara serakan puing. Para pria, tua, muda, dan bahkan anak-anak dengan tenang dan sukacita menikmati makanan berbuka walau dengan lauk sederhana.

Namun begitulah, warga Palestina ibarat batu karang. Dengan kegigihan pula mereka berupaya untuk menjalani ibadah di Masjid Al-Aqsa yang terletak di Jerusalem.

Israel lagi-lagi memang amat membatasi akes ke masjid bersejarah itu. Jika kaum perempuan diberikan akses tanpa batasan usia, kelompok pria hanya diperkenan bagi mereka yang di bawah 13 tahun dan di atas 40 tahun. Tidak ingin menyerah, kelompok umur pria lainnya harus mengambil jalur tersembunyi dengan memanjat dinding pembatas.

Ketegaran muslimin di Jalur Gaza itu sesungguhnya ialah pengingat bagi kita semua. Semestinya, memang tidak ada alasan untuk melalaikan ibadah terlebih di bulan mulia ini.

Sumber : Line Today

Begitulah suasana bulan suci di Jalur Gaza, Palestina. Ramadan menjadi momen kegembiran sekaligus ujian ketabahan yang berlipat.

Akses segala kebutuhan hidup yang sudah benar-benar sangat minim makin diimpit lagi dengan serangan yang kembali dilancarkan pemerintah Zionis Israel. Memasuki awal Ramadan ini, Israel dengan biadab kembali menggempur hingga menewaskan puluhan warga sipil.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *